Lidocaine: Intravenous Anesthetic
Lidocaine (Xylocaine/Lignocaine) adalah obat anestesi lokal yang digunakan secara luas baik melalui pemberian secara topikal sebagai gel, spray, maupun terapi inhalasi. Lidocaine memiliki efek yang cepat dan lama kerja sedang, yaitu 1-2 jam. Lidocaine dapat menimbulkan blok yang reversibel terhadap konduksi impuls saraf pusat dan perifer setelah anestesi regional. Spray lidokain terdiri dari beberapa konsentrasi, diantaranya 2%, 4%, dan 10%. Obat ini diindikasikan untuk menghasilkan rasa baal sementara saat dilakukan pemeriksaan seperti bronkoskopi maupun endoskopi, selain itu lidokain juga dapat menghilangkan refleks batuk dan muntah.
Kegunaan: Menghilangkan rasa sakit pada prosedur kecil seperti jahitan luka, pencabutan gigi
Dosis:
- Dosis lidokain intravena yang digunakan secara umum adalah 2-3 mg/kg/jam. Penggunaan lidokain intravena pada kasus bedah digestif memiliki kelebihan seperti mengurangi durasi dari ileus paralitik, dan juga memiliki efek mual dan muntah yang lebih jarang dibandingkan dengan opiod.
- Dosis lidokain intravena pada kasus kraniotomi yang digunakan pada sebuah penelitian adalah 0,5–2 mg/menit atau 1–2 mg/ kg/jam selama intraoperatif dan dilanjutkan hingga pascaoperasi dinilai tidak menimbulkan Local Anesthesic Systemic Toxicity (LAST) dan secara efektif menurunkan penggunaan opioid
- Dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 3–5 mg/kgBB tanpa adrenalin dan sampai 7 mg/kgBB bila dengan adrenalin.8
Interaksi Utama:
- Antikonvulsan apabila dikonsumsi bersama lidocaine dapat menurunkan efektivitas lidocaine dengan meningkatkan metabolisme hati
- Amiodarone, Procainamide apabila dikonsumsi bersama lidocaine dapat meningkatkan risiko jantung, seperti blok jantung atau aritma berat.
Efek samping: Lidokain mempunyai efek samping yang minimal terhadap jantung dan jarang menyebabkan aritmia. Efek samping utamanya adalah gangguan terhadap susunan saraf pusat baik eksitasi (gugup, tremor, tinitus, pusing, pandangan kabur, dan kejang), maupun depresi (penurunan kesadaran, depresi napas, dan apnea). Apabila kadar plasma lidokain dijaga tidak melebihi 9 mg/L, efek lidokain mampu ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Firdaus, R.,
Tantri, A. R., Kurniawan, T., Agusta, L. S., Fadhila, F., Sukoco, G., &
Reza, H. P. (2022). Penggunaan Lidokain Intravena untuk Adjuvan Obat Analgesik
pada Operasi Bedah Saraf. Jurnal Neuroanestesi Indonesia, 123-124.
Heriwardito, A.,
Harijanto, E., & Utomo, T. A. (2021). Perbandingan Keefeketifan Adjuvan
Inhalasi Dengan Spray Lidokain sebagai Obat Anestetik Lokal pada Pasien
Endoskopi Saluran Cerna Atas. Original Article, 9.

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar