Our Blog

Ketamine: Intravenous (IV) Anesthetic Agents


Ketamine: Intravenous (IV) Anesthetic Agents 




Ketamin adalah larutan anestesi yang diberikan melalui suntikan, umumnya digunakan untuk prosedur operasi dan pengelolaan nyeri. Meskipun mekanisme pastinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, ketamin diketahui bekerja dengan menghambat penyerapan amina biogenik, berinteraksi dengan reseptor opioid, dan menghambat aktivitas reseptor NMDA.

            Obat injeksi ini umumnya digunakan dalam proses pembiusan umum untuk menurunkan tingkat kesadaran pasien sebelum atau selama pasien menjalani prosedur medis. Ketamine juga dibutuhkan untuk meredakan rasa sakit yang kronis serta pembiusan selama pasien berada dalam unit perawatan intensif.

Golongan

Anestesi

 

 

Sediaan

Vial

Jumlah sediaan

500 mg/5 ml

Dosis

1-2 mg/KgBB

Cara Pemberian

Intravena

Indikasi

Premedikasi, induksi anestesi umum, sedasi.

 

Interaksi Utama: Obat seperti ketamin memiliki potensi untuk berinteraksi dengan berbagai jenis obat lain, yang dapat menimbulkan efek samping serius atau bahkan berakibat fatal. Sebelum meresepkan, penting untuk meninjau daftar lengkap yang mencakup 197 interaksi utama dan 173 interaksi tingkat sedang. Beberapa interaksi yang umum terjadi melibatkan obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk atau memperlambat pernapasan, seperti opioid, obat tidur, pelemas otot, serta obat untuk mengatasi kecemasan atau kejang.

Efek Samping: Ketamin dapat menyebabkan berbagai efek samping, termasuk kebingungan, halusinasi, pikiran yang tidak biasa, rasa takut yang intens, nyeri atau peningkatan frekuensi buang air kecil, inkontinensia, darah dalam urin, pusing, bradikardia, sesak napas, penglihatan buram atau ganda, mual, kehilangan nafsu makan, insomnia, dan muntah. Untuk pasien yang mengalami halusinasi akibat ketamin, benzodiazepin, vitamin V, atau barbiturat/propofol dapat digunakan sebagai penanganan. Namun, penting untuk diingat bahwa ketamin sering kali menjadi alternatif bagi pasien yang tidak dapat mentoleransi barbiturat atau propofol.


sumber:

Suparti, N. S., & Susyiadi, S. (Edisi ke-3, 2024). Modul Praktikum Instrumen Anestesiologi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Fakultas Ilmu Kesehatan.

Zi, M., Ce, M., & Tc, V. (2021). Anesthetic drugs: a comprehensive overview for anesthesiologists. Journal of Clinical Anesthesia and Intensive Care2(2), 42–53. https://doi.org/10.46439/anesthesia.2.012







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PHARMANEST Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.